45 - الجاثية - Al-Jaathiya

Juz :

Crouching
Meccan

وَبَدَا لَهُمْ سَيِّـَٔاتُ مَا عَمِلُوا۟ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ 33

(33) Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokkannya.

(33) 

وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا عَمِلُوا

Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan. (Al-Jatsiyah: 33)

Yakni tampak jelas bagi mereka hukuman dari perbuatan-perbuatan mereka yang jelek itu.

وَحَاقَ بِهِمْ

dan mereka diliputi. (Al-Jasiyalrr 33)

Maksudnya, dikelilingi.

مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokkannya. (Al-Jatsiyah: 33)

Yaitu azab dan pembalasan yang dahulunya mereka perolok-olokkan.


وَقِيلَ ٱلْيَوْمَ نَنسَىٰكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا وَمَأْوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّٰصِرِينَ 34

(34) Dan dikatakan (kepada mereka): "Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong".

(34) 

وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنْسَاكُمْ

Dan dikatakan (kepada mereka), "Pada hari ini Kami melupakan kamu.”(Al-Jatsiyah: 34)

Yakni kami akan memperlakukan kamu sebagaimana perlakuan orang yang melupakan kamu di dalam neraka Jahanam.

كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا

sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini. (Al-Jatsiyah: 34)

Yakni kalian tidak mau beramal untuk menyambut kedatangannya, disebabkan kalian tidak mempercayai keberadaannya.

وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong. (Al-Jatsiyah: 34)

Di dalam hadis sahih disebutkan bahwa Allah Swt. berfirman kepada sebagian hamba-hamba-Nya pada hari kiamat:

"أَلَمْ أُزَوِّجْكَ؟ أَلَمْ أُكْرِمْكَ؟ أَلَمْ أُسَخِّرْ لَكَ الْخَيْلَ وَالْإِبِلَ، وَأَذَرْكَ تَرْأَسُ وتَرْبَع؟ فَيَقُولُ: بَلَى، يَا رَبِّ. فَيَقُولُ: أَفَظَنَنْتَ أَنَّكَ مُلاقيّ؟ فَيَقُولُ: لَا. فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: فَالْيَوْمَ أَنْسَاكَ كَمَا نَسِيتَنِي"

"Bukankah Aku telah mengawinkanmu dan bukankah Aku telah memuliakanmu? Bukankah Aku telah menundukkan kuda dan unta untukmu, dan Aku biarkan kamu memimpin dan bertempat tinggal?” Maka si hamba itu bekata, "Memang benar, ya Tuhanku.” Allah berfirman, "Apakah kamu meyakini bahwa kamu akan bersua dengan-Ku?” Si hamba menjawab, "Tidak.'.' Maka Allah Swt. berfirman, "Maka pada hari ini Aku melupakanmu sebagaimana kamu melupakan Aku.”



ذَٰلِكُم بِأَنَّكُمُ ٱتَّخَذْتُمْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوًۭا وَغَرَّتْكُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ فَٱلْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ 35

(35) Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.

(35) 

Allah Swt. berfirman:

ذَلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا

Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan. (Al-Jatsiyah: 35)

Yakni sesungguhnya Kami memberikan balasan ini kepadamu hanyalah karena kamu telah menjadikan hujah-hujah Allah terhadap kalian sebagai bahan olok-olokanmu. Kamu memperolok-olokkannya dan menghinanya,

وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا

dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia. (Al-Jatsiyah: 35)

Kegemerlapan duniawi telah menipu kalian, dan kalian merasa tenang dan bahagia dengannya. Karena itulah kalian menjadi orang-orangyang merugi. Karena itulah disebutkan oleh firman berikutnya:

فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا

أَيْ: مِنَ النَّارِ

وَلا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

Maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat. (Al-Jatsiyah: 35)

Yakni mereka tidak diberi kesempatan untuk bertobat, melainkan langsung diazab tanpa diperiksa terlebih dahulu dan tanpa ditanyai, sebagaimana sebagian dari orang-orang mukmin dimasukkan ke dalam surga tanpa azab dan tanpa dihisab.



فَلِلَّهِ ٱلْحَمْدُ رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَرَبِّ ٱلْأَرْضِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ 36

(36) Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.

(36) 

Setelah meyebutkan hukum-Nya terhadap orang-orang mukmin dan orang-orang kafir, lalu Allah Swt. berfirman:

فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السمواتِ وَرَبِّ الأرْضِ

Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi. (Al-Jatsiyah: 36)

Yaitu yang memiliki keduanya dan semua yang ada pada keduanya. Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

رَبِّ الْعَالَمِينَ

Tuhan semesta alam. (Al-Jatsiyah: 36)



وَلَهُ ٱلْكِبْرِيَآءُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 37

(37) Dan bagi-Nya-lah keagungan di langit dan bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(37) 

Adapun firman Allah Swt.:

وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السمواتِ وَالأرْضِ

Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan bumi. (Al-Jatsiyah: 37)

Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kibriya ialah kekuasaan. Yakni Dialah Yang Mahabesar, Yang Mahaagung, Yang segala sesuatu tunduk dan berhajat kepada-Nya.

Di dalam hadis sahih disebutkan:

"يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى الْعَظَمَةُ إِزَارِي وَالْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي، فَمَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا أَسْكَنْتُهُ نَارِي".

Allah Swt. berfirman, "Kebesaran adalah (bagaikan) kain-Ku, Keagungan adalah (bagaikan) selendang-Ku. Maka barang siapa yang menyaingi-Ku dalam salah satu dari keduanya, niscaya Kutempatkan dia di dalam neraka-Ku.”

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui Al-A'masy, dari Abi Ishaq, dari Al-Agar alias Abu Muslim, dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id r.a, dari Rasulullah Saw. dengan lafaz yang semisal.

Firman Allah Swt.:

وَهُوَ الْعَزِيزُ

أَيِ: الَّذِي لَا يُغَالَبُ وَلَا يُمَانَعُ

الْحَكِيمُ

Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Al-Jatsiyah: 37)

Yakni Mahaperkasa, tiada seorang pun yang dapat mengalahkan dan tiada pula yang dapat mencegah-Nya. Dan Dia Mahabijaksana dalam semua ucapan, perbuatan, syariat, dan takdir-Nya. Mahatinggi dan Mahasuci Allah; tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia.


46 - الأحقاف - Al-Ahqaf

Juz :

The Dunes
Meccan

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

حمٓ 1

(1) Haa Miim.

(1) 

حم

Haa Miim. (Al-Ahqaf: 1)



تَنزِيلُ ٱلْكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ 2

(2) Diturunkan Kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(2) 

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Diturunkan Kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al-Ahqaf: 2)

Allah Swt. menceritakan bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur'an kepada hamba dan rasul-Nya Nabi Muhammad Saw. dan menggambarkan bahwa diri-Nya adalah Tuhan yang memiliki keperkasaan yang tiada taranya lagi memiliki kebijaksanaan dalam semua perkataan dan perbuatan-Nya' Kemudian disebutkan oleh firman-Nya:



مَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَأَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ عَمَّآ أُنذِرُوا۟ مُعْرِضُونَ 3

(3) Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.

(3) 

مَا خَلَقْنَا السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ

Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar. (Al-Ahqaf: 3)

Yakni bukan main-main, bukan pula secara batil.

وَأَجَلٌ مُسَمًّى

dan dalam waktu yang ditentukan. (Al-Ahqaf: 3)

Yaitu sampai dengan masa tertentu yang telah ditetapkan, tiada tambahan dan tiada pengurangan.

Firman Allah Swt.:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ

Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. (Al-Ahqaf. 3)

Yakni melalaikan hal yang sangat penting buat mereka; Allah telah menurunkan Kitab-Nya kepada mereka dan mengutus kepada mereka seorang rasul, tetapi mereka berpaling dari semuanya itu. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa mereka kelak akan mengetahui akibat dan perbuatannya.

Kemudian Allah Swt. berfirman:


قُلْ أَرَءَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَرُونِى مَاذَا خَلَقُوا۟ مِنَ ٱلْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌۭ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ ۖ ٱئْتُونِى بِكِتَٰبٍۢ مِّن قَبْلِ هَٰذَآ أَوْ أَثَٰرَةٍۢ مِّنْ عِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ 4

(4) Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Quran) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar"

(4) 

قُلْ

Katakanlah. (Al-Ahqaf: 4)

kepada orang-orang musyrik yang menyembah Allah dengan yang lain­Nya.

أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الأرْضِ

Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkanlah kepadaku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini. (Al-Ahqaf: 4)

Maksudnya, tunjukkanlah kepadaku tempat di bumi ini yang mereka (sembahan-sembahanmu) ciptakan secara tersendiri.

أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَوَاتِ

atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? (Al-Ahqaf: 4)

Yakni tiada andil bagi mereka, baik di langit maupun di bumi barang sedikit pun. Sesungguhnya kerajaan ini dan pengaturan kesemuanya hanyalah berada di tangan kekuasaan Allah Swt., lalu mengapa kalian menyembah Dia bersama yang lain-Nya yang kalian persekutukan dengan-Nya? Siapakah yang memberi petunjuk kalian melakukan hal itu? Dan siapakah yang menyeru kalian melakukannya? Apakah dia telah memerintahkan kepada kalian untuk melakukannya? Ataukah hal tersebut adalah sesuatu yang kalian buat-buat dari diri kalian sendiri? Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

اِئْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَذَا

Bawalah kepadaku Kitab yang sebelum (Al-Qur'an) ini. (Al-Ahqaf: 4)

Artinya, datangkanlah sebuah kitab dari kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi, yang di dalamnya terkandung perintah bagi kalian untuk menyembah berhala-berhala ini.

أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ

atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu). (Al-Ahqaf: 4)

Yakni bukti yang terang yang menunjukkan jalan yang kamu tempuh itu.

إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Jika kamu orang-orang yang benar. (Al-Ahqaf: 4)

yakni tidak ada bukti bagi kamu baik yang bersifat dalil naqli maupun dalil 'aqli yang menunjukkan hal tersebut, karena itu ulama lain membacanya "أَوْ أثَرَة مِنْ عِلْمٍ" artinya atau ilmu yang benar yang kamu dapatkan dari seseorang sebelum kamu. Sebagaimana yang dikatakan Mujahid berkenaan dengan firman-Nya: atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu). (Al-Ahqaf: 4) Atau seseorang yang menemukan suatu pengetahuan.

Al-Aufi mengatakan dari Ibnu Abbas r.a. artinya: Atau bukti yang membenarkannya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Sufyan, dari Safwan ibnu Salim, dari Abu Salamah ibnu Abdur Rahman dari Ibnu Abbas r.a. Sufyan mengatakan, "Saya tidak mengetahui selain dari Nabi Saw. atau pengetahuan dan peninggalan (orang-orang dahulu), yakni berupa prasasti.

Abu Bakar ibnu Iyasy mengatakan, atau sisa peninggalan dari pengetahuan.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, atau sesuatu penemuan yang dikeluarkan, lalu dijadikan sebagai pegangan.

Ibnu Abbas r.a.. Mujahid, dan Abu Bakar ibnu Iyasy telah mengatakan pula sehubungan dengan makna firman-Nya: atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu). (Al-Ahqaf: 4) Yakni berupa prasasti.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu). (Al-Ahqaf: 4) Yaitu ilmu yang khusus; dan semua pendapat yang telah disebutkan di atas pengertiannya berdekatan, dan merujuk kepada apa yang telah kami katakan, yakni pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir rahimahullah.


وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ وَهُمْ عَن دُعَآئِهِمْ غَٰفِلُونَ 5

(5) Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?

(5) 


Firman Allah Swt.:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? (Al-Ahqaf: 5)

Maksudnya, tidak ada yang lebih sesat daripada orang yang menyeru selain Allah, yaitu orang yang menyembah berhala-berhala dan meminta kepadanya apa yang tidak dapat ia penuhi sampai hari kiamat, sedangkan berhala-berhala itu lalai dari apa yang dikatakan olehnya, tidak dapat mendengar, tidak dapat melihat, dan tidak dapat membalas karena berhala-berhala itu adalah benda mati alias terbuat dari batu.