39 - الزمر - Az-Zumar

Juz :

The Groups
Meccan

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَبَ عَلَى ٱللَّهِ وَكَذَّبَ بِٱلصِّدْقِ إِذْ جَآءَهُۥٓ ۚ أَلَيْسَ فِى جَهَنَّمَ مَثْوًۭى لِّلْكَٰفِرِينَ 32

(32) Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?

(32) 

Allah Swt. berfirman ditujukan kepada orang-orang musyrik yang telah mengada-adakan kedustaan terhadap Allah dan menjadikan tuhan-tuhan lain beserta-Nya; mereka juga mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah, dan mereka berkeyakinan bahwa Allah beranak, padahal Mahasuci Allah dari apa yang dikatakan oleh mereka dan Mahatinggi dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. Selain itu mereka mendustakan perkara yang hak ketika perkara yang hak itu datang kepada mereka melalui lisan rasul-rasul Allah, karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءَهُ

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? (Az-Zumar:32)

Yakni tiada seorang pun yang lebih zalim daripadanya, karena sesungguhnya hal ini berarti dia telah melakukan dua kebatilan secara bersamaan, yaitu membuat-buat kedustaan terhadap Allah dan mendustakan rasul-Nya. Mereka mengatakan kebatilan dan menolak kebenaran, karena itulah maka Allah Swt. berfirman kepada mereka dengan nada mengancam:

أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ

Bukankah di neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang kafir? (Az-Zumar:32)

Mereka adalah orang-orang yang ingkar (kepada Allah) dan mendustakan (rasul-Nya)

*************



وَٱلَّذِى جَآءَ بِٱلصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ 33

(33) Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

(33) 

Firman Allah Swt.:

وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ

Dan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya. (Az-Zumar:33)

Mujahid, Qatadah, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa orang yang membawa kebenaran itu adalah Rasulullah Saw.

As-Saddi mengatakan bahwa dia adalah Jibril a.s. Dan yang dimaksud dengan firman-Nya: dan membenarkannya. (Az-Zumar:33) Yaitu Nabi Muhammad Saw.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya. (Az-Zumar:33) Yang dimaksud dengan kebenaran ialah kalimah 'tidak ada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah' dan yang dimaksud dengan orang yang membenarkannya ialah Rasulullah Saw.

Lain pula dengan Ar-Rabi' ibnu Anas, dia membaca ayat ini dengan bentuk jamak, sehingga artinya menjadi seperti berikut: Dan orang-orang yang membawa kebenaran dan yang membenarkannya, bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah para nabi, sedangkan yang dimaksud dengan orang-orang yang membenarkannya ialah para pengikut mereka.

Lais ibnu Abu Sulaim telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya. (Az-Zumar:33) Bahwa orang-orang yang mengamalkan Al-Qur'an yaitu orang-orang mukmin. Mereka datang pada hari kiamat dan mengatakan, Inilah yang telah Engkau berikan kepada Kami, maka kami mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya sesuai dengan apa yang Engkau perintahkan kepada kami.

Pendapat yang bersumber dari Mujahid ini mempunyai pengertian yang mencakup semua orang mukmin. Karena sesungguhnya orang-orang mukminlah yang mengatakan kebenaran dan mengamalkannya. Dan Rasulullah Saw. adalah orang yang paling berhak termasuk ke dalam makna ayat ini, menurut tafsir versi ini. Karena sesungguhnya beliaulah yang membawa kebenaran, membenarkan rasul-rasul, serta beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. Juga orang-orang mukmin, semuanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya. (Az-Zumar:33) ialah Rasulullah Saw. dan kaum muslim.

**************

أُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Az-Zumar:33)

Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa mereka menghindari perbuatan syirik.


لَهُم مَّا يَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمْ ۚ ذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْمُحْسِنِينَ 34

(34) Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik,

(34) 


لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ

Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. (Az-Zumar:34)

Yakni di surga nanti, apa pun yang mereka minta, mereka dapat memperolehnya.

ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ

Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik, agar Allah menutupi (mengampuni) perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan. (Az-Zumar:34-35)

Seperti apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

أُولَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama-sama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. (Al-Ahqaf:16)


لِيُكَفِّرَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ ٱلَّذِى كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 35

(35) agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

(35) 


ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ

Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik, agar Allah menutupi (mengampuni) perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan. (Az-Zumar:34-35)

Seperti apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

أُولَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama-sama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. (Al-Ahqaf:16)


أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُۥ ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍۢ 36

(36) Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya.

(36) 

Firman Allah Swt.:

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ

Bukankan Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. (Az-Zumar:36)

Sebagian ulama membacanya 'ibadahu dengan bentuk jamak, yakni Allah Swt. memberikan kecukupan kepada hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya.

Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan ayat ini mengatakan:

حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ ابْنُ أَخِي ابْنِ، وَهْبٍ حَدَّثَنَا عَمِّي، حَدَّثَنَا أَبُو هَانِئٍ، عَنْ أَبِي عَلِيٍّ عَمْرِو بْنِ مَالِكٍ الْجَنْبِيِّ، عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ؛ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم يقول: أَفْلَحَ مَنْ هُدِيَ إِلَى الْإِسْلَامِ، وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا، وقَنَعَ بِهِ

telah menceritakan kepada kami Abu Ubaidillah keponakanku anak Wahb, telah menceritakan kepada kami pamanku, telah menceritakan kepada kami Abu Hani', dari Abu Ali Amr ibnu Malik Al-Janabi, dari Fudalah ibnu Ubaid Al-Ansari r.a., bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Beruntunglah orang yang mendapat petunjuk kepada Islam dan kehidupannya seadanya dan menerima dengan apa adanya.

Imam Turmuzi dan ImamNasai meriwayatkannya melalui hadis Haiwah ibnu Syuraih, dari Abu Hani' Al-Khaulani dengan sanad yang sama; Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini sahih.

**********

وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ

Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah. (Az-Zumar:36)

Yakni orang-orang yang musyrik itu menakut-nakuti dan mengancam Rasulullah Saw. dengan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah karena kebodohan dan kesesatannya. Karena itulah dalam ayat berikutnya disebutkan:

وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ

Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya. Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab? (Az-Zumar:36-37)

Artinya, Allah Swt. itu adalah Zat Yang Mahaperkasa Yang tidak tertandingi. Maka barang siapa yang menyandarkan dirinya kepada Allah Swt. dan berlindung kepada-Nya, maka sesungguhnya Dia Mahaperkasa, tiada yang lebih perkasa, dan tiada pula yang lebih keras pembalasannya terhadap orang-orang yang kafir dan musyrik kepada-Nya serta menentang Rasul-Nya selain Dia.

*********



وَمَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّضِلٍّ ۗ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِعَزِيزٍۢ ذِى ٱنتِقَامٍۢ 37

(37) Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?

(37) 


وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ

Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya. Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab? (Az-Zumar:36-37)

Artinya, Allah Swt. itu adalah Zat Yang Mahaperkasa Yang tidak tertandingi. Maka barang siapa yang menyandarkan dirinya kepada Allah Swt. dan berlindung kepada-Nya, maka sesungguhnya Dia Mahaperkasa, tiada yang lebih perkasa, dan tiada pula yang lebih keras pembalasannya terhadap orang-orang yang kafir dan musyrik kepada-Nya serta menentang Rasul-Nya selain Dia.

*********


وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلْ أَفَرَءَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ إِنْ أَرَادَنِىَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَٰشِفَٰتُ ضُرِّهِۦٓ أَوْ أَرَادَنِى بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَٰتُ رَحْمَتِهِۦ ۚ قُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ ۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ 38

(38) Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab: "Allah". Katakanlah: "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nya-lah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.

(38) 

Firman Allah Swt.:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab, Allah.” (Az-Zumar:38)

Orang-orang musyrik pada dasarnya mengakui bahwa Allah Swt. adalah Yang menciptakan segala sesuatu. Tetapi sekalipun demikian, mereka menyembah selain-Nya di samping Dia, padahal yang selain-Nya itu tidak dapat menimpakan mudarat terhadap mereka dan tidak dapat pula memberi manfaat kepada mereka. Untuk itulah maka dalam firman selanjutnya disebutkan:

قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ

Katakanlah, Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu; atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? (Az-Zumar:38)

Yakni jelas berhala-berhala itu tidak dapat berbuat sesuatu pun dari urusan tersebut. Dalam tafsir ayat ini Imam Ibnu Abu Hatim mengatakan melalui hadis Qais ibnul Hajjaj, dari Hanasy As-San'ani, dari Ibnu Abbas r.a. secara marfu':

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَضُرُّوكَ، وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ لَكَ لَمْ يَنْفَعُوكَ، جَفَّتِ الصُّحُفُ، وَرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ، وَاعْمَلْ لِلَّهِ بِالشُّكْرِ فِي الْيَقِينِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الصَّبْرَ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرٌ كَثِيرٌ، وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Peliharalah Allah, niscaya Dia akan memeliharamu. Dan peliharalah Allah, niscaya kamu jumpai Dia berada di hadapanmu. Kenalilah Allah di masa sukamu, niscaya Dia akan mengenalimu di masa dukamu. Apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah; dan apabila meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa seandainya suatu umat bergabung untuk menimpakan mudarat terhadap dirimu dengan sesuatu yang tidak ditakdirkan oleh Allah atas dirimu, niscaya mereka tidak dapat memudaratkan (membahayakan)mu. Dan seandainya mereka bergabung untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang tidak ditakdirkan oleh Allah untukmu, niscaya mereka tidak dapat memberimu manfaat; semua lembaran telah kering dan qalam telah diangkat. Dan beramallah karena Allah dengan sebaik-baiknya sebagai ungkapan rasa syukur. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya bersabar dalam menghadapi apa yang tidak kamu sukai mengandung kebaikan yang banyak, dan sesungguhnya pertolongan (Allah) itu diperoleh dengan kesabaran, dan sesungguhnya sesudah penderitaan itu ada jalan keluar, dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

*************

Firman Allah Swt.:

قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ

Katakanlah, Cukuplah Allah bagiku.” (Az-Zumar:38)

Artinya, Allah-lah Yang memberikan kecukupan kepadaku. Kepada-Nyalah bertawakal orang-orang yang berserah diri. (Az-Zumar:38)

Semakna dengan apa yang dikatakan oleh Hud a.s. ketika berbicara kepada kaumnya yang telah mengatakan kepadanya hal berikut:

إِنْ نَقُولُ إِلا اعْتَرَاكَ بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوءٍ قَالَ إِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ وَاشْهَدُوا أَنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ مِنْ دُونِهِ فَكِيدُونِي جَمِيعًا ثُمَّ لا تُنْظِرُونِي إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan-sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. Hud menjawab, Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selain-Nya. Sebab itu, jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun, melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus. (Hud:54-56)

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِصَامٍ الْأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَكْرٍ السَّهْمِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، عَنْ أَبِي الْمِقْدَامِ -مَوْلَى آلِ عُثْمَانَ-عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ، حَدَّثَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ [رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا] -رَفَعَ الْحَدِيثُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مِنْ أَحَبِّ أَنْ يَكُونَ أَقْوَى النَّاسِ فَلْيَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ أَغْنَى النَّاسِ فَلْيَكُنْ بِمَا فِي يَدِ اللَّهِ أَوْثَقَ [مِنْهُ] بِمَا فِي يَدَيْهِ، وَمِنْ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ أَكْرَمَ النَّاسِ فَلْيَتَّقِ اللَّهَ

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Isam Al-Ansari, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Bakar As-Sahmi, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnu Hatim, dari Abul Miqdam maula keluarga Usman, dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas r.a. yang me-rafa '-kan hadis ini sampai kepada Rasulullah Saw. yang telah bersabda: Barang siapa yang ingin menjadi orang yang terkuat, hendaklah ia bertawakal kepada Allah Swt. Dan barang siapa yang ingin menjadi orang yang terkaya, maka hendaklah apa yang ada di tangan kekuasaan Allah lebih kuat dipegang olehnya daripada apa yang ada di tangannya (yakni lebih suka bersedekah daripada memperkaya diri). Dan barang siapa yang ingin menjadi orang yang paling mulia, hendaklah ia bertawakal kepada Allah Swt.

************



قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌۭ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ 39

(39) Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,

(39) 

Firman Allah Swt.:

قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ

Katakanlah, Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu.” (Az-Zumar:39)

Yakni sesuai dengan caramu; kalimat ini mengandung ancaman dan peringatan.

إِنِّي عَامِلٌ

sesungguhnya aku akan bekerja (pula). (Az-Zumar:39)

Yaitu sesuai dengan cara dan metodaku sendiri.

فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Maka kelak kamu akan mengetahui. (Az-Zumar:39)

akibat dari perbuatan tersebut.


مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌۭ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌۭ مُّقِيمٌ 40

(40) siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal".

(40) 


مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ أَي فِي الدُّنْيَا وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُقِيمٌ

siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya (di dunia) dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal. (Az-Zumar:40)

Maksudnya, yang abadi lagi terus-menerus, tidak ada jalan menyelamatkan diri darinya; hal ini akan terjadi kelak di hari kiamat. Semoga Allah melindungi kita semua dari azab ini.